Terkadang aku binggung disaat semua orang mengatakan lelucon yang menurutku, bukanlah hal yang lucu, tapi lucu bagi mereka. membuatku bertanya apakah semuanya adalah lellucon, lelucon yang bagi mereka sebuah hiburan.
" Diakan baru di putusin selingkuhanya, makanya mabuk.. Hahahahhaah " ujar mereka, saat melihat dia memuntahkan kekesalanya di dalam sebuah kendi kebusukan. Padahal mereka sudah tahu bahwa dia sudah memiliki pasangan. terkadang aku binggung apakah mereka menghargainya? dia, seseorang yang mempuyai sebagan kecil dari DNA mereka, dan bahkan ia memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari mereka. Dimana hormat mereka? dimana keengganan mereka? tak ada lagi kah?
Mungkin kah mereka merasa. "udah dekat kok, Cuma becanda kok, hahahahhahah ". Tapi tak tahu kah mereka ia itu seperti bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu akan meledak. ia menunggu waktu yang tepat untuk meledak , meluapkan kemarahan yang ia simpan, melemparkan bara apai yang siap membuat mereka terluka bahkan ketakutan.
mungkin saat ini mereka dapat bercerita dengan gampang, tapi bagaiman dengan nanti?, saat bom itu itu sudah siap meledak, menyemburkan apa kemarahan? apa mereka siap menerimanya? menerima kemarahan yang akan tertuang?
_Tq_