Kata orang semua
adalah pilihan….
Pilihan untuk
kita hidup, pasangan, dan mungkin untuk
diri kita..
Mungkin itu yang terjadi padaku….
Hai!! Aku Q, wanita yang selalu
berpikir berjuta kali dalam menentukan. Semua orang menganggap itu aneh, tapi
menurut ku aku hanya hati-hati, hati-hati dari semua kemungkinan jelek yang
ada.
Hari-hariku tak jauh dari
pilihan. Pilihan yang tak jarang mengambil sejuta detik dari hidupku. Terkadang
aku bertanya pada diriku apa ini berguna?, termenung dengan semua pilihan yang
ada mulai dari baju yang akan ku pakai, makanan yang harus ku makan, semua
pilihan yang ku ambil haruslah dengan semua ancaman yang ada..
Tapi adakalahnya aku tidak
memilih, disaat aku memilih untuk hidup dan bernapas, itu adalah pilihan mutlak
dalam hidupku. Pilihan untuk tidak sakit, dan pilihan untuk merasakan sedih,
senang, marah dan merasakan cinta. Pilihan yang tidak dapat ku pilih.
Cinta adalah bagian kecil dari
rasa yang ada dalam hatiku. Rasa yang tidak
bisaku pilih, hanya bisa dipilih. Rasa yang akan membuatku merasa lemah.
Aku tak pernah berharap rasa ini
ada dalam hatiku. Hingga semua rasa ini menggambil hampir semua dariku, bahkan
tak jarang dia membuatku sersa ingin melayang bersama awan cinta. Awan yang
terlalu tinggi ku gapai dan mungkin tak dapatku gapai . Awan yang mungkin hanya
dapat kunikmati dan tak dapat ku genggam. Cinta yang tidak dapat ku pilih
apakah itu benar atau salah. Mungkin perkataan orang dulu yang mengatakan “
Cinta itu buta” .
Rasa ini membuatku ingin selalu
bersamanya selamanya.
Dia, dia seorang lelaki dengan
senyum bagaikan batu permata yang indah yang diinginlkan semua wanita, mata
yang bersinar bagaikan bintang saat musim panas. Aku ingi seperti semua wanita
yang dapat mendekatinya. Tapi, aku bukan mereka, mereka yang mempunyai pelihan
untuk mendekatinya. Sedangkan aku?, apa yang bisa kuperbuat? Terlalu memiliki
banyak keputusan yang aku takut akan membuatku kecewa. Ya sudahlah, aku hanya bisa
menatapnya dari kejauhan, seperti mendambakan bintang untukku genggam.
Dia, kenapa harus dia? Seorang
yang ku anggap pangeran berkuda putih yang dikejar semua wanita tercantik di
kota ini?. Semua orang di tempat ini mengagumi dia, rasanya aku harus bertarung
dengan mahkluk yang punya kekuatn lebih dari aku. Sudahlah mungkin saat ini aku
hanya bisa seperti ini.
Cinta kenapa begitu membuatku
menjadi sperti penakut?, tidak sama dengan saat aku memilih seperti biasanya.
Terlalu banyak ketakutan dari dalm hati yang mengatakan ‘ bagai mana kalau dia
tidak suka wanita yang seperti aku? Atau aku tidak secantik harapanya? Atau dia
merasa aku wanita nekat seperti yang lainnya? Atau yang lebih parahlah
bagaimana kalau dia sudah punya hati yang sudah berpenghuni ? mungkin hanya aku
hanya buruk rupa yang ingin memiliki seorang pangeran. Ketakutan ini yang
membuat ku menjauh dari permata yang mungkin dapatkan.
Mimpi, mungkin kata ini yang
cocok buat ku seorang pemikir yang mungkin hanya bias melihat dam menjadi
penggagum rahasia. Apakah masih ada mimpi yang terwujud bagiku sang pemikir?.
Seorang yang takut berlaku nekad untuk mendapatkan sesuatu. Sudahlah mimpi ini
terlalu jauh.
Tempat ini hanya lah saksi bisu
semua mimpiku. Mimpi yang tiba-tiba menjadi kenyataan. Disaat perasaan ini mulai membuat aku hanya bisa berharap, Disaat itu pula cinta itu mebuat ku tersenyum. Saat ia mengatakan "Hai". Kata yang membuatku kembali tersenyum.