Saturday, August 31, 2013



Kata orang semua adalah pilihan….
Pilihan untuk kita hidup, pasangan, dan mungkin  untuk diri kita..
 Mungkin itu yang terjadi padaku….
                Hai!! Aku Q, wanita yang selalu berpikir berjuta kali dalam menentukan. Semua orang menganggap itu aneh, tapi menurut ku aku hanya hati-hati, hati-hati dari semua kemungkinan jelek yang ada.
                Hari-hariku tak jauh dari pilihan. Pilihan yang tak jarang mengambil sejuta detik dari hidupku. Terkadang aku bertanya pada diriku apa ini berguna?, termenung dengan semua pilihan yang ada mulai dari baju yang akan ku pakai, makanan yang harus ku makan, semua pilihan yang ku ambil haruslah dengan semua ancaman yang ada..
                Tapi adakalahnya aku tidak memilih, disaat aku memilih untuk hidup dan bernapas, itu adalah pilihan mutlak dalam hidupku. Pilihan untuk tidak sakit, dan pilihan untuk merasakan sedih, senang, marah dan merasakan cinta. Pilihan yang tidak dapat ku pilih.
                Cinta adalah bagian kecil dari rasa yang ada dalam hatiku. Rasa yang tidak  bisaku pilih, hanya bisa dipilih. Rasa yang akan membuatku merasa  lemah.
                Aku tak pernah berharap rasa ini ada dalam hatiku. Hingga semua rasa ini menggambil hampir semua dariku, bahkan tak jarang dia membuatku sersa ingin melayang bersama awan cinta. Awan yang terlalu tinggi ku gapai dan mungkin tak dapatku gapai . Awan yang mungkin hanya dapat kunikmati dan tak dapat ku genggam. Cinta yang tidak dapat ku pilih apakah itu benar atau salah. Mungkin perkataan orang dulu yang mengatakan “ Cinta itu buta” .
                Rasa ini membuatku ingin selalu bersamanya selamanya.

                Dia, dia seorang lelaki dengan senyum bagaikan batu permata yang indah yang diinginlkan semua wanita, mata yang bersinar bagaikan bintang saat musim panas. Aku ingi seperti semua wanita yang dapat mendekatinya. Tapi, aku bukan mereka, mereka yang mempunyai pelihan untuk mendekatinya. Sedangkan aku?, apa yang bisa kuperbuat? Terlalu memiliki banyak keputusan yang aku takut akan membuatku kecewa. Ya sudahlah, aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan, seperti mendambakan bintang untukku genggam.
                Dia, kenapa harus dia? Seorang yang ku anggap pangeran berkuda putih yang dikejar semua wanita tercantik di kota ini?. Semua orang di tempat ini mengagumi dia, rasanya aku harus bertarung dengan mahkluk yang punya kekuatn lebih dari aku. Sudahlah mungkin saat ini aku hanya bisa seperti ini.
                Cinta kenapa begitu membuatku menjadi sperti penakut?, tidak sama dengan saat aku memilih seperti biasanya. Terlalu banyak ketakutan dari dalm hati yang mengatakan ‘ bagai mana kalau dia tidak suka wanita yang seperti aku? Atau aku tidak secantik harapanya? Atau dia merasa aku wanita nekat seperti yang lainnya? Atau yang lebih parahlah bagaimana kalau dia sudah punya hati yang sudah berpenghuni ? mungkin hanya aku hanya buruk rupa yang ingin memiliki seorang pangeran. Ketakutan ini yang membuat ku menjauh dari permata yang mungkin dapatkan.
                Mimpi, mungkin kata ini yang cocok buat ku seorang pemikir yang mungkin hanya bias melihat dam menjadi penggagum rahasia. Apakah masih ada mimpi yang terwujud bagiku sang pemikir?. Seorang yang takut berlaku nekad untuk mendapatkan sesuatu. Sudahlah mimpi ini terlalu jauh.
                Tempat ini hanya lah saksi bisu semua mimpiku. Mimpi yang tiba-tiba menjadi kenyataan. Disaat perasaan ini mulai membuat aku hanya bisa berharap, Disaat itu pula cinta itu mebuat ku tersenyum. Saat ia mengatakan "Hai". Kata yang membuatku kembali tersenyum.
 

No comments:

Post a Comment